Cara Cepat Melatih Murai Batu Makan Voer

5:52 AM Unknown 0 Comments


Untuk melatih murai batu makan voer sebenarnya sudah banyak orang yang mensharekan,tetapi kali ini saya akan merangkum semua model dan cara berdasarkan pengalaman saya selama ini.

Sebelumnya saya akan menjelaskan voer apa yang akan kita pakai sebagai dasar awal untuk melatih murai batu untuk belajar makan voer. Seperti yang kita ketahui bersama banyak yang menyarankan voer ayam yang halus digunakan sebagai dasar adukan. Voer jenis ini memang sudah lama sekali terkenal untuk melatih burung supaya bisa makan voer.

Untuk cara saya, saya lebih memilih voer halus Ronggolawe dari Ebod Jaya. Dikarenakan memang kandungannya lebih jelas susunan nutrisinya dan secara bentuk lebih halus dari voer ayam yang biasa kita temukan di kios-kios burung.
Saya sarankan setelah membuka kemasan segera dimasukkan kedalam tempat yang tertutup rapat dikarenakan voer ini cepat rusak. Lebih mudahnya silahkan masukkan ke botol bekas aqua seperti dibawah ini.

Seperti yang telah saya jelaskan diatas tadi, voer jenis ini sangat mudah rusak atau basi karena kalau saya lihat banyak nutrisi alami yang baik terkandung di voer ini. Oleh sebab itu baiknya jangan diberikan terlalu banyak cukup 1/3 atau 1/4 tinggi cepuk sebagai bahan adukan. Silahkan amati gambar dibawah ini untuk melihat mana voer basi dan mana voer masih segar.
Gambar diatas ini adalah voer Ronggolawe yang baru saja dituang dari plastik kemasan dan memiliki warna coklat cerah yang menunjukkan tingkat kesegarannya. Sekarang mari kita lihat voer Ronggolawe yang sudah tidak bagus atau rusak atau basi.
Dari gambar diatas terlihat sekali voer Ronggolawenya sudah pucat dan kering. Bila dicium dengan hidung mengeluarkan arom yang tidak sedap. Sebaiknya segera diganti dengan yang baru.
Dari gambar diatas ini terlihat sekali perbedaan warna antara voer basi dengan voer yang masih segar. Bagian kiri adalah yang sudah rusak, bagian kanan adalah yang masih segar.

Baiknya setiap melihat warna voer sudah berubah harus diganti baru lagi, umumnya 2 hari sudah berubah warna. Pastikan untuk ganti voer sudah rusak tadi untuk memastikan kesehatan murai batu tadi.

Baiklah setelah mengetahui jenis voer terbaik sebagai dasar bahan melatih murai batu belajar makan voer maka kita akan belajar mengenal extrafooding apa sajakah yang bisa digunakan sebagai pancingan atau bahan adukan bersamaan dengan voer tadi.

1. Jangkrik
Jangkrik mudah sekali ditemukan di kioskios burung terdekat dengabn rumah rekan-rekan sekalian. Ada 2 jenis jangkrik yang bisa ditemukan yaitu jangkrik alam dan jangkrik ternakan. Perbedaannya adalah jangkrik alam memiliki daging dan kandungan air yang sedikit tentunya lebih bernutrisi, ada juga jangkrik ternak dimana daging hampir tidak ada malahan kulit saja bisa dirobek bagian tubuhnya dan memiliki kandungan air atau getah yang sangat tinggi dan bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit.


Saran saya jika kios memiliki pasokan jangkrik alam maka sebaiknya membeli jangkrik alam karena lebih bernutrisi. Harga 1 karung berat 1/2 kg ditempat saya adalah Rp.30.000,-

2. Kroto (Telur Semut)
Kroto juga bisa ditemukan di kios-kios burung terdekat. Tapi terkadang jujur pasokannya terbatas. Jika ada mohon dicarikan yang kualitas seperti bulir beras dan jangan yang lengket-lengket dan sudah berbau tidak sedap.

Gambar diatas adalah jenis kroto yang bagus, selain memiliki bulir seperti beras dan tidak lengket atau kering tetapi juga masih ada semutnya sehingga kesegarannya tidak diragukan lagi. Harga seons di tempat saya dengan kualitas seperti diatas adalah Rp.30.000,-

3. Ulat Kandang
Ulet jenis ini memang agak sulit ditemukan di kios-kios yang umum. Tetapi ada yang menjual, bila domisili di jakarta di Pasar Burung Pramuka hanya ada 2 kios yang menjual jenis ulat ini. Tepat kios di parkiran mobil dan 1 lagi dibelakang pasar dekat rumah penduduk.

Ulat jenis ini sangat disukai oleh murai batu dan lebih baik dikonsumsi daripada diberikan ulat hongkong. Harga 1 kg ulat kandang adalah Rp.80.000,-. Tidak perlu sampai kiloan hanya butuh beberapa ribu aja untuk pemakaian 1 ekor muri batu.

TAHAP STABILISASI

Tahap awal ini yang paling penting dan paling dilupakan oleh para pemula yang baru belajar memelihara murai batu bahan atau bakalan. Tahap stabilisasi terbagi menjadi:

1. Tempat
Dalam arti tempatkan ditempat yang hening dan tidak banyak gangguan, masukkan dalam sangkar besar dan kerodong sampai si murai batu tenang dan terbiasa dengan lingkungan. Setelah tenang boleh diperkenalkan dengan lingkungan dengan sedikit demi sedikit membuka kerodong mulai dari depan pintu, kemudian separuh sangkar, sampai akhirnya sepenuhnya buka kerodong tetap tenang secara berangsur-angsur. Hal ini membutuhkan waktu.

2. Makanan
Makanan yang dibahas ini adalah sebaiknya diberikan sesuai jenis yang telah saya sebutkan diatas tadi baik jangkrik, kroto, maupun ulat kandang.

Untuk tahap stabilisasi saya sarankan berikan maksimal kepada murai batu tersebut. Istilahnya kasih makan sepuasnya. Jangkrik misal diberikan 20-30 setiap kasih makan dan pantau apakah setiap hari habis. Kroto misal kasih 2 sendok makan dan pantau apakah habis, ulet kandang juga diberikan untuk jaga-jaga jika jangkrik dan kroto tidak termakan dan baiknya selalu kontrol ketersediaannya.

Setelah beberapa hari diberikan dan terpantau murai batu sudah makan rakus dan terlihat segar dan lincah dan tidak ada tanda kesehatannya memburuk maka bisa dilanjutkan dengan proses melatih murai untuk makan voer.

TAHAP BELAJAR MAKAN VOER

Baik sekarang waktunya saya jelaskan cara membuat adukan untuk melatih murai batu memakan voer.

Ada beberapa cara yang adukan:

1. Adukan Kroto
Setiap jenis murai batu berbeda kebiasaannya dalam makan. untuk itu mesti dicoba mana yang paling dia suka. Salah satunya adalah dengan mencampurkan voer 1/3 atau 1/4 dari cepuk makanan dan dicampurkan kroto dan diaduk secara kasar. Jangan terlalu tercampur supaya murai bisa merasakan mana kroto dan mana voer yang dia belum kenal.


Setelah terpantau makan rakus dan habis maka bisa kita aduk secara merata untuk memaksanya makan voer halus tersebut. Bisa menambahkan jangkrik sebagai pendamping misal 20 sehari dan jika sudah YAKIN terbiasa makan voer makan perlahan-lahan diturunkan jumlah jangkriknya.

2. Adukan Jangkrik
Jika pasokan kroto terganggu maka jangan khawatir ada trik untuk mengakalinya. Hancurkan jangkrik dengan menumbuk kasar atau gunting bagian tubuh jangkrik menjadi beberapa bagian dan aduk dengan voer. Biasanya murai batu akan tetap lahap memakan adukan voer ini.

3. Adukan Ulat Kandang
Trik ini paling banyak dilakukan oleh pedangan dikios-kios burung. Saya anjurkan memakai ulat kandang jauh lebih baik daripada menggunakan ulat hongkong karena sifatnya tidak sepanas ulat hongkong dan terbukti membuat murai batu lebih gemuk.



Cara diatas adalah mencampurkan dengan voer kering. Ada cara dengan membasahi voer dengan lembab dengan semprotan dan mengaduknya secara rata agar lebih lembut dimakan murai batu beserta 3 jenis adukan diatas tadi.

Ada kalanya murai suka dengan cara ini tetapi ada juga yang lebih suka makan voer kering. Maka itu mesti jeli menemukan mana yang disukainya. PANTAU dan pastikan si murai batu sudah memakan adukan tersebut. Analisa dari kotorannya apakah sudah terlihat kotoran pekat yang berwarna kecoklatan atau belum. Seharusnya jika adukan sudah termakan habis sudah pasti di kotoran murai batu terlihat kotoran adukan voer.

Jika tahap ini sudah berhasil maka selamat Anda sudah melampaui 60% tahap melatih murai batu makan voer dan selanjutnya sudah lebih mudah lagi.

TAHAP VOER ASLI

Setelah murai batu sudah menjalani pengenalan proses pembelajaran makan voer dan terpantau sudah rakus, maka sudah saatnya menyediakan voer asli atau besar-besar yang dijual dipasaran. Silahkan pilih bebas tapi saya merekomendasikan sebagai dasar adalah voer TOPSONG. Karena kebanyakan murai batu suka dengan rasanya dan tak tertutup jenis merek lain.

Ada 2 cara melakukan ini:
1. Campurkan voer kasar ini kedalam adukan, biar murai batu mulai belajar mengenali ukuran dari voer.
2. Atau bisa tempatkan voer kasar di cepuk berbeda

Nah untuk porsi pur adukan sudah bisa dikurangi dan EF penunjang adukan bisa dikurangi sedikit dengan takaran si murai batu kira-kira akan terlihat agak lapar dan nekat makan voer kasar tersebut. Tapi jangan kebangetan juga atau dipaksa terlalu berlebihan.

Sampai tahap ini sudah 90% dari proses pengepuran.

TAHAP EVALUASI

Sampai tahap ini saya anggap rekan-rekan sudah sukses membuat murai batu makan voer kasar. Nah tahap ini penting untuk mengevaluasi apakah murai batu sudah makan voer. dengan sempurna atau belum.

Ada kalanya pemilik menganggap sudah makan voer total tetapi kemudian murai batu tiba-tiba mati mendadak. Nah ini dia yang saya mau tekankan, jangan senang dulu.

Setelah murai batu sudah belajar makan voer total maka dengan ini menyatakan murai batu kemungkinan sudah terletak di tahap terendah dalam kesehatannya. Untuk itu perlu digenjot EF dalam kurun waktu tertentu dan kembali mengatur pola makannya menjadi voer + EF setelan. Nah besarnya setelan bisa disesuaikan oleh rekan-rekan sebagai pemilik yang didapat setelah menjalani beberapa tahap diatas.

Jika sudah stabil dan murai batu tetapi sehat, lincah dan ceria maka sudah 100% Anda berhasil melatih murai batu kesayangan rekan-rekan makan voer total.

Saya sarankan EF tetap diberlakukan karena akan mempengaruhi kualitas suara dan vitalitas si murai batu. Jangan lupa setiap hari mesti rutin ganti air minum, karena murai batu yang sudah makan voer akan meninggalkan sisa voer ditempat minum dan akan mempengaruhi kualitas aiar dan akhirnya ke kesehatan si murai batu.

Semoga sukses melatih murai batu rekan-rekan untuk makan Voer. Salam sukses.

You Might Also Like

Comments
0 Comments
comments

0 comments: