Alat penetas telur DIY sederhana

2:55 PM Unknown 0 Comments

Pada hari sabtu ini 20 Februari 2016, om Leonard dari Kartika Farm membagikan trik baru di group MBI yang digunakan oleh para breeder ayam kampung untuk menetaskan telur menjadi piyik ayam yang didapatnya dari group facebook PETERNAK AYAM KAMPUNG ASLI jilid 2 yang nampaknya juga merupakan sharing dari group lainnya. 

Mereka membagikan trik cara membuat mesin tetas sederhana DIY (Do It Yourself) yang kemungkinan bisa diterapkan kepada teknik penetasan telur murai batu, tetapi perlu diperhatikan kembali aspek yang mungkin berpengaruh terhadap perbedaan kedua jenis telur ini yaitu ayam vs murai batu seperti aspek ukuran yang mempengaruhi suhu lingkungan dan juga lainnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, mesin tetas yang diproduksi jadi baik oleh pabrik atau buatan manual memiliki harga yang cukup mahal dan membuat kita merogoh kantong agak dalam. Masalahnya kedalaman kantong setiap pribadi berbeda-beda.. hehehe.. Karenanya kita mesti mencari alternatif lain tetapi tetap bermanfaat maksimal untuk tujuan yang sama.

Baik kita langsung saja membahas apa saja yang diperlukan untuk membuat mesin tetas telur sederhana DIY ini sebagai berikut:

1. Langkah awal adalah menyiapkan toples plastik besar yang biasa kita gunakan untuk menyimpan krupuk atau cemila di meja makan.
2. Masukkan bulir beras kira-kira sampai seperempat bagian dari toples tersebut atau sesuai dengan area banyakannya telur yang akan kita taruh dengan mempertimbangkan aspek selisih jarak antar telur.
3. Masukkan telur yang ingin kita tetaskan, tetapi sebelumnya kita perlu pastikan apakah embrio didalam telur ada atau tidak, embrio berkembang atau sudah mati dengan cara menseter telur dan melihat titik hitam ditengah telur.
4. Pasang bohlam lampu 5 watt beserta dudukannya agar bisa posisi menggantung dan tidak mudah jatuh dengan jarak bohlam dan telur sekitar kurang lebih 5 cm. Kemungkinan untuk telur murai batu perlu disesuaikan agar mencapai suhu tertentu yang direkomendasikan.
5. Tutup bagian atas menggunakan plastik rapat dan rongga udara cukup dari jeda lobang yang dilewati kabel lampu saja. Menurut saya mungkin bisa menggunakan tutup toples atau kontainer tadi yang sebelumnya sudah dilubangi untuk kabel dan menurut saya juga perlu ditambah lubang sedikit untuk rongga udara tambahan yang juga perlu disesuaikan jumlah dan besarannya untuk mencapai suhu yang dibutuhkan untuk menetaskan telur murai batu.
6. Telur tidak perlu dibolak balik selama 21 hari. Pada murai batu kurang lebih menetas dalam kurun waktu 14 hari kalau tidak salah.. kalau salah maafkan yah..hehehe..
7. Lampu harus dinyalakan terus dan kalau mati lampu sebentar tidak apa-apa. Yang masalah adalah mati lampu lama. hehehe..
Nah tentang suhu yang tepat untuk menetaskan telur murai batu ada rekomendasi dari master shama dari Singapore yang bernama David de Souza yaitu berada di suhu kisaran 36-37 derajat celcius (bisa dibaca disini).

Kemudian untuk media beras yang dipakai, saya teringat ketika masa kecil saya suka menetaskan telur ayam kate (ayam mini) yang saya pelihara dan merupakan hadiah dari ayah saya supaya tidak kelayapan keluar rumah. hehehe..

Saat itu saya memakai media kertas koran yang digunting lurus kecil-kecil dan sengaja diremas supaya mengembang dan juga memakai kotak dari triplek yang dipasang lampu. Dengan alat tersebut saya berhasil mengembang biakkan ayam kate pada masa itu.

Nah apakah sama cara yang saya terapkan tadi terhadap telur murai batu? Saya pun belum mencobanya, nanti setelah saya coba akan saya tulis ulasannya.
Jadi saat ini silahkan apabila rekan-rekan breeder ada yang ingin mencoba mempraktekkan cara diatas. Selamat mencoba. Berikut video dari youtube untuk penetasan murai batu menggunakan mesin tetas buatan pabrik:
 

You Might Also Like

Comments
0 Comments
comments

0 comments: